Profil Perusahaan

       PT Jasamarga Solo Ngawi adalah pemegang konsesi Jalan Tol Solo – Ngawi yang merupakan bagian dari jaringan jalan Tol Transjawa menghubungkan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur  dan juga merupakan Proyek Strategis Nasional, Terbentang sepanjang 90,25 KM  Jalan Tol ini merupakan perusahaan patungan antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk.,  dengan kepemilikan saham sebesar 60% dan PT Waskita Toll Road sebesar 40%

Dalam proses pembangunannya, ruas sepanjang 69,25 km dikerjakan oleh PT Jasamarga Solo Ngawi,  sedangakan sepanjang 21 km merupakan dukungan Pemerintah melalui APBN  Ruas tol ini didanai 30% dari ekuitas perusahaan  dan 70% dari pinjaman perbankan yaitu dari Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, PT SMI, Bank Ekspor Impor Indonesia, Bank Jateng dan BPD DIY.

Jalan tol ini  memiliki 8 simpang susun, antara lain simpang susun Colomadu  yang memfasilitasi pengguna jalan dari arah semarang atau pun jogja yang menuju ke Jawa Timur dan sebaliknya tanpa harus memalui kepadatan jalan di kota Solo  berikutnya ada simpang susun Bandara  yang diharapkan dapat memperlancar akses masyarakat menuju bandara Internasional Adi Sumarmo  simpang susun ini dijadwalkan beroperasi di bulan oktober tahun ini, Simpang susun Solo yang ikonik dengan struktur bangunan jembatan cable stayed yang indah  simpang susun ini memfasilitasi masyarakat Solo yang hendak mengakses Tol Solo Ngawi,Berikutnya terdapat simpang susun Karanganyar yang berada di desa Kebak Kramat  simpang susun ini diharapkan akan mempermudah masyarakat  untuk mengakses kota Karanganyar yang merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Tengah, Selanjutnya adalah simpang susun Sragen yang berada di desa pungkruk  merupakan akses utama dari dan menuju kota Sragen, Simpang susun Sragen Timur  merupakan simpang susun tambahan yang masih  dalam proses perencanaan  simpang susun ini mengakomodasi pengembangan Kawasan industri di wilayah Sambung Macan yang akan dikembangkan oleh Pemkab Sragen, Terakhir adalah simpang susun Ngawi  simpang susun ini sudah dioperasikan karena terintegrasi dengan jalan tol ruas Ngawi Wilangan yang telah beroperasi terlebih dahulu.

Pada saat ini ruas jalan tol Solo-Ngawi ruas Colomadu-Sragen sepanjang 35 km telah lulus uji laik operasi dan sudah dioperasikan, Ruas tol ini dapat memangkas waktu tempuh dari Kartasura ke Sragen dari semula 90 menit apabila melalui jalan nasional  menjadi hanya 30 menit.

Jalan tol Solo-Ngawi dibangun dengan struktur perkerasan beton atau rigid pavement  dengan dua lajur untuk masing-masing arah yang dapat menampung 6.000 kendaraan per jam, Jalan tol ini memiliki 8 rest area  4 rest area tipe A dan 4 rest area tipe B  Rest area tipe A adalah rest area dengan fasilitas Masjid, toilet, rumah makan, SPBU dan area parkir yang dapat menampung minimal 100 kendaraan, Sedangkan rest area tipe B merupakan rest area yang lebih kecil  dilengkapi dengan musholla, toilet, pujasera dan area parkir minimal untuk 25 kendaraan.

Jalan Tol Solo-Ngawi dioperasikan oleh PT Jasamarga Tollroad Operator  sejak awal pengoperasian  jalan tol ini telah menerapkan transaksi pembayaran tol non tunai menggunakan uang elektronik  Bekerjasama dengan Bank Indonesia dan bank-bank penerbit uang elektronik telah dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang tata cara bertransaksi di jalan Tol.